KOPI ARABIKA GAYO
Tahukah anda hasil produksi Kopi Arabika dari Tanah Gayo merupakan merupakan hasil produksi Kopi Arabika yang terbesar di Asia. Kopi Gayo juga memiliki cita rasa yang sangat khas serta telah teruji dan di akui oleh seorang pakar uji cita rasa (Cupper) kopi dunia, Christopher Davidson.
Keberadaan kopi gayo juga tidak lepas dari sejarah panjang penjajahan Belanda di Aceh bagian tengah pada awal abad ke 10. Pada tahun 1918 pemerintah Belanda menjadikan kopi gayo sebagai produk masa depan, hal ini seiring dengan tingginya minat pasar manca negara terhadap keunikan cita rasa kopi gayo aceh. Sebagian besar komoditas kopi arabika gayo tersebut dikembangkan di tiga kabupaten yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Dan kini total perkebunan kopi gayo aceh pada tahun 2010 telah mencapai sekitar 94.500 Hektare, yang terdiri dari 48.500 Hektare di Aceh Tengah, 39.000 Hektare di Kabupaten Bener Meriah dan 7.000 Hektare di Gayo Lues.
Kopi Gunung Gayo atau dikenal juga dengan sebutan Kopi Gayo Sumatra di deskripsikan sebagai kopii bercita rasa manis dan bersih. Ahli kopi yang ingin membeli kopi gayo biasanya melihat ketuaan dari biji kopi. Biji kopi ini mengeluarkan rasa “tanah” dan rasa “rempah” dan hal ini merupakan keunikan tersendiri, sehingga menjadikan Kopi Gayo Aceh salah satu kopi yang paling di cari di antara jenis kopi yang ada di Dunia.

Komentar
Posting Komentar